Rabu, 28 September 2011

Karena Engkau Istimewa

Tulisan ini terinspirasi oleh salah satu tulisannya Ustadz Anis Matta, Lc yang aku lupa judulnya. Semoga inspiring...

Dibalik seorang pejuang besar selalu ada wanita agung. Begitulah kata-kata yang sering aku dengar. Kalau tidak salah itu merupakan salah satu pepatah Arab. Tahukan engkau, siapakah wanita agung itu? Biasanya satu dari dua, atau bahkan dua-duanya sekaligus. Yaitu Ibu dan atau Sang Istri.

Wanita bagi seorang pejuang adalah penyangga spiritual, sandaran emosional, kenyamanan, kekuatan, cinta, kasih sayang dll. Seorang pejuang  selalu berusaha menumpahkan energi  di positif dan kebaikan di luar rumah dan mengumpulkan kembali di dalam rumahnya. Sebab itulah, sering kita dengar rumahku surgaku. Rumah penuh dengan cinta dan energi positif untuk terus melakukan kebaikan. Tidak hanya untuk seorang pejuang, istri dan anak-anak saja, namun juga untuk masyarakat sekitar rumahnya. Rumahku Surgaku, sebuah konsep sederhana namun penuh makna. Sebuah kelurga yang bermanfaat buat sesamanya, produktif untuk sebuah perjuangan menyemai benih-benih kebaikan.

Yang dimaksud dengan kekuatan yang besar yang dimiliki oleh wanita yang mendampingi para pejuang adalah kelembutan, kesetiaan, cinta dan kasih sayang.  Aku lalu teringat nasehat Bapak kala menemani beliau di RS, beliau berkata padaku….”Nduk, kelak ketika engkau menjadi seorang istri….berusahalah untuk menjadi Khodijah ketika suamimu membutuhkan support, jadilah Aisyah ketika suamimu membutuhkan teman untuk diskusi, dan masih banyak yang bisa kamu contoh dari para istri dan shohabiyah….”. (Maklum saja, Bapak hanya hafal 2 orang istri Rosululloh)

Aku teringat kembali, ketika Umar bin Khatab mengatakan “Jadilah engkau bocah di depan istrimu, tetapi berubahlah menjadi lelaki perkasa ketika keadaan memanggilmu”. Kita semua pasti tahu, seperti apa sosok sahabat Rosulullah ini, beliau adalah salah sahabat yang berada di garda terdepan dalam setiap perjuangan Rosululloh. Dan setelah aku banyak belajar ketika membaca buku biografi orang-orang besar, aku semakin mengerti, peran seorang wanita sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang pejuang.


Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....... .
Namun jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Untukmu Pejuang…..

Janganlah engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad SAW
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar ataupun menjahit bajunya yang robek

Tegaslah terhadap istrimu, dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth, Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang
Istrimu bisa menjadi musuhmu
Didiklah istrimu
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah
Istrimu adalah tanggung jawabmu
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah
Biarkan mereka menjadi wanita shalihah
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu

Untukmu Bidadari…..
Jika engkau menjadi istri
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami
menjalankan missi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu
Jika itu kau lakukan
Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi  pendurhaka kepada Rabb-Nya
Semoga 2 individu dengan 2 karakter yang berbeda
mampu saling melengkapi, saling berbagi dan saling menguatkan dalam menjalani setiap rentetan kisah-Nya….


Begitu pula, ketika pertama kali Rosulullah menerima wahyu, siapakah yang pertama kali ditemuinya ketika beliau merasakan ketakutan yang luar biasa? Khadijah. Hingga, ketika Khadijah wafat dan Rosululloh ditawari untuk menikah, beliau berkata “ Dan siapakah wantita yang sanggup menggantikan peran Khadijah?
Siapkah kita menjadi Khadijah era 21? ^^


Kaulah lambang cinta sejati
Srikandi pertama ketika islam bermula
Hatimu menyalakan keyakinan
Hartamu membuktikan pengorbanan

Rasul keseorangan engkaulah teman
Dia tersisih engkau memilihnya
Dia terbuang engkau menyayanginya
Karena iman kau sanggup berjuang

Siti Khadijah namamu indah
Qudwah hasanah tauladan ummah
Jikalau rasul terpinggir
Engkaulah insan terhampir

Siti Khadijah mujahidah solehah
Agung jasamu dipersada sejarah
Pemergianmu ditangisi nabi
Hingga kini tiada pengganti

Sunyi jalan menuju Allah
Menggamit hati mencari teman
Indah jalan menuju allah
Jika teman seperti Khadijah
Masih ada lagi...
(In-Team, Siti Khadijah)


syukron jazzakillah untuk Retno

Senin, 26 September 2011

Tim Kehidupan


Lelaki bergelar al-amin itu bergegas pulang. Tubuhnya gemetar, wajahnya pasi menyiratkan takut dan kekhawatiran mendalam. Sesampai di rumah, ia segera menemui istrinya, Khadijah. Diceritakannya peristiwa menakjubkan yang baru saja dialami saat bertahanuts di gua hira. Ia telah didatangi malaikat jibril yang menyuruhnya membaca. Muhammad merasa khawatir  telah diberdayakan oleh syetan. Namun apa komentar Khadijah? "Tidak akan terjadi apa-apa. Demi Allah, Dia tidak akan pernah mempermalukan engkau selamanya. Sungguh engkau benar-benar menyambung hubungan kasih sayang, meringankan beban orang-orang yang menderita, memberi orang yang kehilangan, menghormati tamu dan selalu menolong atas dasar kebenaran."
          Fragmen itu tercatat dalam sirah nabawiyah, pada masa-masa awal Mumammad Saw mendapatkan wahyu kenabian. Begitu penuh kekuatan dan ketenangan khadijah meyakinkan Muhammad bahwa beliau benar-benar telah mendapatkan wahyu, sehingga Muhammad pun merasa tenang. Perlakuan khadijah saat itu lahir dari pemahaman mendalam terhadap siapa dan bagaimana Muhammad. Ia adalah lelaki yang diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah, laki-laki yang dipilih di antara seluruh makhlukNya. Begitupun Muhammad SAW, beliau  memahami Khadijah sebagai perempuan cerdas dan bijaksana, tempat mempercayakan segala rahasia. Usia  15 tahun perkawinan telah mampu membuat mereka memahami satu sama lain. Perkawinan telah mematangkan dan mengokohkan karakter dan kepribadian keduanya. Mereka telah menjadi tim kehidupan yang hebat. Pantaslah, saat khadijah ra wafat, Rasulullah merasakan kehilangan yang sangat. Beliau berujar, sungguh siapakah wanita yang sanggup  menggantikan peran khadijah? Ya, khadijah mampu memaknai dan menghayati perannya dengan sangat baik; sebagai istri, ibu, sahabat, pendukung dan mitra Rasulullah dalam berjuang.
          Dan sejarah selalu menjadi sumber inspirasi dan ibrah bagi generasi selanjutnya. Begitupun kehidupan perkawinan Rasulullah, ia adalah sebuah contoh nyata mengenai bagaimana membangun tim kehidupan. Ya, menikah adalah membangun tim kehidupan. Tim kehidupan yang solid dan produktif sebagai tahapan tercapainya thumuhat seorang muslim: menjadikan Islam sebagai sokoguru peradaban dunia. Maka, tentu ada  banyak hal harus dilakukan agar tim kehidupan tersebut menjadi kokoh. Salah satunya adalah  saling memahami pasangan hidup.
           Pekerjaan memahami  bukan  pekerjaan yang mudah. Tentu, sebab memahami seringkali bermakna menekan egositas, perasaan superior, perasaan untuk diakui dan dihargai sebagai diri yang otonom, dan perasaan paling benar. Pekerjaan memahami dalam sebuah perkawinan  adalah pekerjaan sepanjang usia. Ia  menuntut kemampuan menangkap dan merespon  sinyal-sinyal perubahan yang terjadi dalam diri maupun lingkungan dengan baik. Terus menerus.
          Memahami adalah buah  ta’aruf yang mendalam: tidak sekedar memahami secara fisik, tetapi juga karakter, wawasan, kapasitas, potensi, latar belakang budaya dan keluarga. Memahami  pasangan berarti adanya  usaha untuk saling melengkapi, saling mengisi, saling memperkaya satu sama lain. Di sinilah simbiosis mutualisme dalam sebuah perkawinan terjadi.
          Maka, mari saling memahami demi terciptanya tim kehidupan yang  solid dan produktif. Tim kehidupan dengan cinta yang mempunyai daya kehidupan, persis seperti apa yang dikatakan Muhammad Iqbal dalam bait-bait puisinya...

Cinta membagi bulan menjadi dua, Terhadap kepala Namrud, cinta menghantam tanpa hentakan,dan mengalahkan bala firaun tanpa peperangan. Cinta mendiami jiwa bagai penglihatan dalam mata, di dalamnya atau di luar. Keduanya api yang membakar dan menjadikan abu. Cinta menembus ruang dan waktu, pun juga yang jauh, yang dekat, yang nanti dan yang lalu...



kepada para sahabat yang telah menggenapkan dien-nya

Sabtu, 24 September 2011

Jika Anak Dibesarkan dengan...


Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan / kekerasan, dia belajar membenci

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan motivasi, dia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan



CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE”, demikian buku karya Dorothy Law Nolte yang di antaranya berisi puisi indah seperti tersebut di atas. Puisi ini banyak dikutip para pakar pendidikan anak, karena memang penuh makna dan sangat penting diketahui para orangtua. Yuk kita praktekkan...!!!!!  ^_^

Metode Pendidikan Montessori

Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.
Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut "direktur" atau "pembimbing"). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.
Dr. Maria Montessori mengembangkan "Metode Montessori" sebagai hasil dari penelitiannya terhadap perkembangan intelektual anak yang mengalami keterbelakangan mental. Dengan berdasar hasil kerja dokter Perancis, Jean Marc Gaspard Itard dan Edouard Seguin, ia berupaya membangun suatu lingkungan untuk penelitian ilmiah terhadap anak yang memiliki berbagai ketidakmampuan fisik dan mental. Mengikuti keberhasilan dalam perlakuan terhadap anak-anak ini, ia mulai meneliti penerapan dari teknik ini pada pendidikan anak dengan kecerdasanrata-rata.
Di tahun 1906, Montessori telah cukup dikenal sehingga ia diminta untuk suatu pusat pengasuhan di distrik San Lorenzo di Roma. Ia menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengamati interaksi anak dengan materi yang ia kembangkan, menyempurnakannya, dan mengembangkan materi baru yang bisa dipakai anak-anak. Dalam pendekatan yang berpusat pada materi ini, tugas utama guru adalah mengamati saat anak memilih materi yang dibuat untuk memahami konsep atau keterampilan tertentu. Pendekatan demikian menjadi ciri utama dari pendidikan Montessori.
Awalnya perhatian Montessori lebih pada anak usia pra-sekolah. Setelah mengamati perkembangan pada anak yang baru masuk SD, ia dan Mario (anaknya) memulai penelitian baru untuk menyesuaikan pendekatannya terhadap anak usia SD.
Menjelang ahir hayatnya, dalam buku From Childhood To Adolescence (Dari Masa Kanak-kanak ke Masa Remaja), Montessori membuat sketsa tentang pandangannya mengenai penerapan metodologinya bagi pendidikan jenjang menengah dan tinggi.

sumber : Wikipedia